/Kajian Islam Kodi Otologi : BULAN RAMADHAN SUDAH TIBA, JANGAN JADIKAN PUASA-PUASA KITA HANYA LAPAR DAN HAUS TANPA PAHALA

Kajian Islam Kodi Otologi : BULAN RAMADHAN SUDAH TIBA, JANGAN JADIKAN PUASA-PUASA KITA HANYA LAPAR DAN HAUS TANPA PAHALA

⁣⁣⁣⁣⁣ ‎

Rasulullah ﷺ bersabda
رُبّ صائم حَظُّهُ من صيامه الجوع والعطش
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar dan haus.” (HR Ahmad)

Kajian Islam Kodi Otologi
️⁣ Waktu :
Ahad, 22 Februari 2026/ 4 Ramadhan 1447 H
⏰ Jam 16.00 – 17.00 WIB

Ustadz :
Ust. Ali Hasan Bawazier Hafidzahullahu Ta’ala
(Ketua Dewan Pembina Mualaf Center Indonesia, Ketua DPP Al Irsyad, Pembina KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia) Korwil Jakarta)

Tema : BULAN RAMADHAN SUDAH TIBA, JANGAN JADIKAN PUASA-PUASA KITA HANYA LAPAR DAN HAUS TANPA PAHALA

Moderator : dr. Muslim, Sp.T.H.T.B.K.L., Hafidzahullah Ta’ala
(Anggota KODI Otologi, Perhati-KL Kalimantan barat

Tema Utama: Puasa Ramadan – Lebih dari Sekadar Lapar Fisik
Kajian Islam ini menekankan agar Ramadan bermakna, bukan hanya mengalami lapar dan haus tanpa pahala spiritual.

Pesan Kunci dari Ustad Ali Hasan Bawazir:

1. Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas dalam Ibadah

  • Allah menilai amal yang terbaik (ahsanu amala), bukan yang paling banyak
  • Dua kriteria penting: niat ikhlas karena Allah dan mengikuti prosedur yang benar (SOP)

2. Puasa adalah Spiritual, Bukan Hanya Fisik

  • Puasa berarti meninggalkan hawa nafsu karena Allah, bukan sekadar diet
  • Harus menghindari dusta, ghibah, dan semua dosa – bukan hanya makanan dan minuman
  • Nabi memperingatkan: “Allah tidak membutuhkan seseorang meninggalkan makan dan minum jika tidak meninggalkan kebohongan”

3. Khusus untuk Tenaga Medis

  • Membantu pasien dan meringankan penderitaan mereka harus dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah
  • Pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain (dampak eksternal) bisa setara atau lebih besar dari ibadah pribadi
  • Nabi bersabda: membantu saudara menyelesaikan kebutuhannya lebih baik dari satu bulan i’tikaf

4. Peluang di Bulan Ramadan

  • Ampunan Allah meningkat seiring berjalannya Ramadan, memuncak di Lailatul Qadar
  • Sepuluh hari terakhir menawarkan pahala terbesar
  • Kesempatan ini mungkin tidak kembali – manfaatkan sebaik-baiknya

Pengingat Prioritas: Selalu utamakan ibadah wajib (fardhu) daripada ibadah sunnah.